Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Modifikasi Batang

MODIFIKASI BATANG  1. Di bawah permukaan tanah. Terbagi menjadi empat, yaitu:  jahe (a) rhizoma atau akar rimpang. kentang (b) Tuber atau umbi. bawang (c) Bulbis atau umbi lapis. Gladior (Ganyong)                      (d) cormus. 2. Di permukaan tanah. Terbagi menjadi dua, yaitu:  Rumput teki ,Semangi                  (a) stolon/geragih/runner. Teratai (b) Offset atau geragih air. 3. Di atas permukaan tanah. Terbagi menjadi empat, yaitu:  Anggur,Markisa                        (a) tendril atau sulur. Jeruk Nipis                  (b) Thorn atau duri. Nenas                    (c) Bulbis (batang yang menggemuk). Asparagus                              (d) Cladophilis (batang seperti daun). sumber:https://brainly.co.id/tugas/952317 sumber gambar:google

Modifikasi Akar

10 tumbuhan yang akarnya mengalami modifikasi bentuk/struktur dan fungsinya: 1. Wortel (Daucus carota) Wortel memiliki modifikasi akar untuk menyimpan makanan. Akar wortel mengembang berbentuk kerucut dengan warna oranye, karena kaya beta karoten, sebagai bahan Vitamin A. 2. Kentang (Solanum tuberosum) Kentang memiliki akar yang mengembang karena menyimpan sari pati (karbohidrat). Sari pati ini digunakan kentang sebagai cadangan makanan. Selain itu umbi juga digunakan untuk berkembang biak secara vegetatif. sumber gambar:google 3. Singkong (Manihot utilissima) Singkong memiliki akar yang termodifikasi menjadi umbi untuk menyimpan makanan dalam bentuk karbohidrat.   sumber  gambar :google 4. Ketela rambat (Ipomoea batatas) Ketela rambat memiliki akar yang termodifikasi menjadi umbi untuk menyimpan makanan dalam bentuk karbohidrat. sumber  gambar :google 5. Kacang tanah (Arachis hypogaea) Akar kacang tanah

Hipertensi

Hipertensi Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. Jika Anda belum memeriksa dan tidak tahu tekanan darah Anda, mintalah kepada dokter untuk memeriksanya. Semua orang dewasa sebaiknya memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali. Hipertensi-Alodokter Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4 persen. Ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak

Hipotensi

Hipotensi Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran. Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90, maka orang tersebut menderita tek